GEAS BASELINE 2019

Generasi muda sekarang hidup di lingkungan yang menghadapi transformasi sosial yang secara cepat berubah karena globalisasi, urbanisasi, dan akses pada komunikasi masa. Perubahan yang cepat ini mempengaruhi cara berpikir, norma sosial, dan nilai-nilai sosial yang dianut remaja terutama di negara berkembang. Remaja muda (usia 10-14 tahun) mengalami masa transisi dramatis karena tumbuh dan kembang mereka terutama perkembangan kognitif, sosial, dan seksual. Perubahan fisik dan perubahan ekspektasi sosial memberikan tekanan pada remaja karena perubahan tanggung jawab dan peran remaja di lingkungan. Selain itu, terdapat perkembangan kemampuan kognitif dalam berpikir abstraks sehingga remaja mulai memikirkan masa depan mereka.

Selama 20 tahun terakhir, terdapat ketertarikan yang muncul pada perkembangan dan kesehatan remaja, tetapi focus primer penelitian-penelitian tersebut adalah pada remaja berusia 15-24 tahun. Global Early Adolescent Study (GEAS) berusaha untuk mengisi kekosongan pemahaman mengenai remaja usia muda (10-14 tahun) dan mengikuti perkembangan mereka sampai dewasa. GEAS memiliki tujuan untuk mengeksplorasi perkembangan norma sosial yang tidak setara dan konsekuensinya pada anak laki-laki dan perempuan terutama yang berhubungan dengan kesehatan seksual dan reproduksi, kesehatan mental, retensi dan penyelesaian sekolah, dan kekerasan berbasis gender. GEAS akan terbagi dalam 3 gelombang, gelombang pertama (baseline) untuk mengukur informasi dasar sebelum dilakukan intervensi, gelombang kedua (2021) akan mengukur dampak yang diberikan kurikulum SETARA (Semangat Dunia Remaja), dan gelombang ketiga akan melihat bagaimana pandangan remaja yang pernah mendapatkan kurikulum ini. SETARA merupakan kurikulum Pendidikan seksual dan reproduksi yang ditujukan untuk anak SMP (usia 12-14 tahun) di Indonesia.

Tujuan pada laporan ini adalah untuk memberikan gambaran data baseline sesuai karakteristik sosioekonomi sampel pada penelitian GEAS di Indonesia, mengeksplorasi norma gender yang selama ini remaja muda Indonesia yakini, memberikan gambaran pengetahuan siswa mengenai pencegahan kehamilan, HIV, kontrasepsi, dan layanan kesehatan reproduksi sebelum dilakukan intervensi SETARA, memberikan informasi mengenai perilaku kekerasan siswa (seperti perundungan, mengejek), hubungan romantic, dan akses pada layanan kesehatan reproduksi, dan memberikan gambaran kesehatan remaja secara umum yang dapat digunakan stakeholders untuk dapat membuat intervensi kesehatan bagi remaja.

Penelitian GEAS gelombang pertama ini menggunakan 2 kuesioner dalam pengumpulan datanya. Kuesioner pertama diberikan kepada orang tua dan kuesioner kedua diberikan kepada remaja. Kuesioner ini dibagikan kepada 18 sekolah dengan total murid 4,684 siswa yang tersebar di 3 kota yaitu Bandar Lampung, Semarang, dan Denpasar. Penelitian ini merupakan kolaborasi dengan beberapa instansi penelitian yaitu Rutgers WPF, Pusat Kespro UGM, dan PKBI dengan dukungan dari Johns Hopkins (JHU) Bloomberg School of Public Health, The Karolinska Institute, dan World Health Organization (WHO).