Center for Reproductive Health

Uncategorized

Hasil Seleksi INAMHS

Dear Applicants,

Berikuhasil seleksi wawancara yang dinyatakan lolos menjadi Petugas Lapangan I-NAMHS.

Pelamar yang terpilih akan DIHUBUNGI melalui email resmi (pskespro.fkkmk@ugm.ac.id)

Pertanyaan terkait seleksi dapat ditujukan kepada Field Manager I-NAMHS (rizkarachma@yahoo.com)

KEPUTUSAN PANITIA TIDAK DAPAT DIGANGGU GUGAT.[pdf-embedder url=”http://pkr.fk.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/224/2020/12/INAMHS-PENGUMUMAN-2020.pdf” title=”INAMHS-PENGUMUMAN 2020″]

Hasil Seleksi INAMHS Read More »

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PETUGAS INAMHS

Dear Applicants, 


Berikut hasil seleksi administrasi yang dinyatakan lolos untuk mengikuti tes wawancara calon Petugas Lapangan I-NAMHS.


Wawancara akan dilakukan secara online via zoom.
Peserta harap mempersiapkan diri sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan dikarenakan keterbatasan waktu kami tidak mengakomodir perubahan jadwal.
PESERTA HARUS MEMPERHATIKAN METODE DAN JADWAL TES WAWANCARA YANG TELAH DITENTUKAN.

Pelamar yang terpilih akan DIHUBUNGI melalui email resmi (pskespro.fkkmk@ugm.ac.id)
Pertanyaan terkait seleksi dapat ditujukan kepada Field Manager I-NAMHS (rizkarachma@yahoo.com)


KEPUTUSAN PANITIA TIDAK DAPAT DIGANGGU GUGAT.

[pdf-embedder url=”http://pkr.fk.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/224/2020/12/HASIL-SELEKSI-INAMHS-2020-1.pdf” title=”HASIL SELEKSI INAMHS 2020″]

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PETUGAS INAMHS Read More »

PENGUMUMAN

PENGUMUMAN

Penundaan kegiatan Indonesia – National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS)

Sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19, maka kegiatan Indonesia – National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) yang sebelumnya dijadwalkan pada bulan Juni-September 2020 akan ditunda. Adapun revisi jadwal sebagai berikut :

 

Jadwal (tentatif)

Seleksi staf lapangan            : 12 – 30 October 2020

Pengumuman hasil seleksi   : 1 November 2020

Training                                  : 11 – 16 January 2021

Mapping dan Listing             : 18 – 31 January 2021

Data collection                       : 1 February – 11 April 2021

 

Peserta yang diseleksi akan dihubungi via TELEPON/WA dan yang terpilih akan DIHUBUNGI oleh Pusat Kespro UGM melalui email resmi Pusat Kespro UGM (pskespro.fkkmk@ugm.ac.id). Pertanyaan dan hal lain yang berkaitan dengan lamaran ini dapat diajukan kepada Field Manager I-NAMHS, Rizka (rizkarachmaa@gmail.com).

PENGUMUMAN Read More »

Lowongan Petugas Lapangan I-NAMHS

Yogyakarta, 11 Maret 2020

PENGUMUMAN

Pusat Kesehatan Reproduksi Universitas Gadjah Mada (Pusat Kespro UGM) saat ini tengah mengadakan sebuah penelitian mengenai kesehatan mental remaja di Indonesia. Indonesia – National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) adalah sebuah survey nasional kerja sama Pusat Kespro UGM dengan University of Queesnland Australia, Johns Hopkins University, Amerika Serikat, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan didukung oleh Universitas Sumatera Utara dan Universitas Hasanuddin.

Pusat Kesehatan Reproduksi UGM membuka lowongan pekerjaan sebagai supervisor dan enumerator di wilayah Indonesia Tengah yang meliputi Jawa, Nusa Tenggara, Bali, dan Kalimantan (daftar terlampir). Lowongan ini dibuka dengan persyaratan berikut:

  1. Warga negara Republik Indonesia
  2. Diutamakan berusia maksimal 35 tahun
  3. Berpendidikan D3 atau lebih tinggi
  4. Berdomisili di wilayah kerja yang dipilih
  5. Familiar dengan penggunaan smart phone untuk pengumpulan data
  6. Bersedia bekerja di lapangan selama kurang lebih 4 bulan selama Juni – September
  7. Dapat bekerja sama dengan baik di dalam tim
  8. Khusus untuk supervisor, memiliki pengalaman dalam mengelola tim
  9. Diutamakan bagi yang memiliki pengalaman penelitian yang melibatkan anak dan remaja

Lowongan akan dibuka sampai dengan 12 April 2020 pukul 23.59 WIB melalui link berikut: http://bit.ly/INAMHS.  Pertanyaan dan hal lain yang berkaitan dengan lamaran ini dapat diajukan kepada Field Manager  I-NAMHS , Rizka (rizkarachmaa@gmail.com).

Pelamar yang terpilih akan DIHUBUNGI oleh Pusat Kespro UGM melalui email resmi Pusat Kespro UGM (pskespro.fkkmk@ugm.ac.id).

Lowongan Petugas Lapangan I-NAMHS Read More »

LOWONGAN PETUGAS LAPANGAN I-NAMHS

Yogyakarta, 11 Maret 2020

 

PENGUMUMAN

Pusat Kesehatan Reproduksi Universitas Gadjah Mada (Pusat Kespro UGM) saat ini tengah mengadakan sebuah penelitian mengenai kesehatan mental remaja di Indonesia. Indonesia – National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) adalah sebuah survey nasional kerja sama Pusat Kespro UGM dengan University of Queesnland Australia, Johns Hopkins University, Amerika Serikat, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan didukung oleh Universitas Sumatera Utara dan Universitas Hasanuddin.

Pusat Kesehatan Reproduksi UGM membuka lowongan pekerjaan sebagai supervisor dan enumerator di wilayah Indonesia Tengah yang meliputi Jawa, Nusa Tenggara, Bali, dan Kalimantan (daftar terlampir). Lowongan ini dibuka dengan persyaratan berikut:

1.      Warga negara Republik Indonesia

2.     Diutamakan berusia maksimal 35 tahun

3.     Berpendidikan D3 atau lebih tinggi

4.     Berdomisili di wilayah kerja yang dipilih

5.     Familiar dengan penggunaan smart phone untuk pengumpulan data

6.     Bersedia bekerja di lapangan selama kurang lebih 4 bulan selama Juni – September

7.     Dapat bekerja sama dengan baik di dalam tim

8.     Khusus untuk supervisor, memiliki pengalaman dalam mengelola tim

9.     Diutamakan bagi yang memiliki pengalaman penelitian yang melibatkan anak dan remaja

 

Lowongan akan dibuka sampai dengan 12 April 2020 pukul 23.59 WIB melalui link berikut:bit.ly/INAMHS.

Pertanyaan dan hal lain yang berkaitan dengan lamaran ini dapat diajukan kepada Field Manager  I-NAMHS , Rizka (rizkarachmaa@gmail.com).

Pelamar yang terpilih akan DIHUBUNGI oleh Pusat Kespro UGM melalui email resmi Pusat
Kespro UGM (pskespro.fkkmk@ugm.ac.id).

LOWONGAN PETUGAS LAPANGAN I-NAMHS Read More »

ICIFPRH 2019

Family Planning and Reproductive Health are not just fundamental human rights, they likewise contribute incredibly to improve the prosperity of family, network and country. Indonesia profited by the Family Planning system (Program Keluarga Berencana) that was actualized by the administration in the mid 1970s. The normal number of kids per lady of regenerative age dropped from 5.6 in the mid 70 to 2.38 in 2017. This condition affects expanding the capacity of families to put the youngsters in a progressively subjective manner. Among 1970 and now, Indonesia had the option to forestall the introduction of around 130 million. With this counteractive action, the state can put better in the nature of HR. Indonesia is as of now likewise profiting by statistic profit, despite the fact that not to its most extreme limit, because of the low nature of the populace.

In spite of the fact that the nation has recorded numerous accomplishments in family arranging, numerous issues remain unresolved, especially in connection to government endeavors to diminish maternal mortality. At present, Maternal Mortality Ratio (MMR) is still extremely high at 305 for every 100,000 live births. Decrease in MMR is one of the needs for well-being advancement now and later on. Improving the exhibition of family arranging projects will contribute to the decrease of maternal mortality. There are presently around 5.2 million couples (14.3 percent of absolute wedded couples in Indonesia) who have not had the option to be come to by family arranging administrations; and around 720,000 unwanted pregnancies. The most noteworthy unintended birth and pregnancy rates occur among the individuals who are delegated poor and live in disengaged territories, and the quality of family arranging administrations is still of a worry. Suspension rates tend to increment from year to year since 2000 and the degree of Method Information Index is still low.

Numerous arrangements and programs have been created to improve the exhibition of family arranging and Reproductive Health programs, including

the coordination of family arranging into the SJSN. Similarly, numerous creative activities were likewise created by different partners. A significant number of quantitative and subjective examinations which reason for existing were to improve the performance of the Family Planning and Reproductive Health projects to diminish the general maternity mortality were also did by  partners. In any case, the aftereffects of those inquires about and program developments completed by universal and national foundations have not been deliberately spread to partners. Strategy producers, program implementer, scientists, researchers, just as non-administrative associations and different associations have not had the option to completely use the aftereffects of the exploration and inventive endeavors that have been made for Indonesia.

The International Conference on Family Planning and Reproductive Health in Indonesia (ICIFPRH) is a huge gathering to examine different issues of family arranging and regenerative wellbeing as one of the sheltered parenthood columns for diminishing maternal mortality and improving family prosperity in Indonesia. In the worldwide field, Indonesia is considered for instance of the accomplishment of family arranging project, however unlike the worldwide proof, the achievement in Family Planning markers have not had significant impact  to the decrease of maternal mortality. Notwithstanding administration quality models that have not been actualized uniformly all through Indonesia, the Family Planning and Reproductive Health program has not successfully contacted the juvenile issues that contribute altogether to high maternal mortality.

The consortium “A Champion of Indonesia Family Planning and Reproductive Health” comprising of a few non-Government foundations is very worried about this circumstance. This consortium started a universal meeting welcoming worldwide and national specialists to examine these conditions so that FP and RH programs in Indonesia can add to the decrease of maternal mortality and improvement of family prosperity. In this gathering, ideas, approaches, programs, and various exercises that have been completed on worldwide, national and sub-national levels by different partners just as their importance in improving family arranging projects will be talked about. Immature conceptive medical problems, particularly marriage and births among young people (ASFR 15-19) will be discussed in specific due to its solid connection with the degree of maternal mortality and the welfare of families later on. This meeting will be the first conference of its benevolent that engaged to address Family Planning and Reproductive Health issues in Indonesia. The meeting is required to be held each two years, conveying various subjects.

The aftereffects of the conference are relied upon to be utilized as the reason for approach fortifying/making by the administration and different partners. Other than that, the papers exhibited at the meeting are additionally expected to be looked for by logical boards of trustees to be published in logical diaries and furthermore introduced in the upcoming International Conference on Family Planning (ICFP) 2020.

ICIFPRH 2019 Read More »

Konferensi Internasional tentang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Indonesia 2019 di Yogyakarta

Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi tidak melulu hak asasi insan yang mendasar, tetapi berkontribusi besar dalam penambahan kesejahteraan keluarga, masyarakat dan bangsa. Indonesia mendapat guna dari program Keluarga Berencana yang dilakukan oleh pemerintah semenjak awal tahun 1970-an. Jumlah rata-rata anak per wanita umur reproduksi turun dari 5,6 pada mula 70 menjadi 2,38 pada 2017. Kondisi ini dominan pada peningkatan keterampilan keluarga guna menginvestasikan anak-anak dengan teknik yang lebih kualitatif. Antara tahun 1970 dan sekarang, Indonesia dapat mencegah kelahiran selama 130 juta. Dengan pencegahan ini, negara dapat mengerjakan investasi lebih baik dalam kualitas sumber daya manusia. Indonesia ketika ini pun mendapat guna dari dividen demografis, walaupun tidak menjangkau kapasitas maksimalnya, sebab rendahnya kualitas populasi.

 

Meskipun negara ini sudah mencatat tidak sedikit pencapaian dalam keluarga berencana, tidak sedikit masalah yang masih belum terselesaikan, terutama berhubungan dengan upaya pemerintah untuk meminimalisir angka kematian ibu. Saat ini, Angka Kematian Ibu (AKI) masih paling tinggi yakni 305 per 100.000 kelahiran hidup. Pengurangan Angka Kematian Ibuialah salah satu prioritas guna pembangunan kesehatan kini dan di masa depan. PEningkatan kinerja program keluarga berencana bakal berkontribusi pada pengurangan Angka Kematian Ibu. Saat ini ada selama 5,2 juta pasangan (14,3 persen dari total pasangan menikah di Indonesia) yang belum dapat dicapai oleh layanan keluarga berencana; dan selama 720.000 kehamilan yang tidak diinginkan. Angka kelahiran dan kehamilan tertinggi yang tidak disengaja terjadi salah satu mereka yang tergolong kurang mampu dan bermukim di wilayah terpencil, dan kualitas layanan keluarga berencana masih menjadi perhatian. Tingkat penghentian ingin meningkat dari tahun ke tahun semenjak tahun 2000 dan tingkat Metode Informasi Indeks masih paling rendah.

 

Banyak kepandaian dan program sudah dikembangkan untuk menambah kinerja keluarga berencana dan Program Kesehatan Reproduksi, tergolong integrasi keluarga berencana ke dalam SJSN. Demikian juga, tidak sedikit inisiatif inovatif yang pun dikembangkan oleh sekian banyak  pemangku kepentingan. Sejumlah riset kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk menambah kinerja program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi untuk meminimalisir angka kematian ibu hamil secara borongan juga dilaksanakan oleh semua pemangku kepentingan. Namun, hasil riset dan inovasi program yang dilaksanakan oleh lembaga-lembaga internasional dan nasional belum disebarluaskan secara sistematis untuk para pemangku kepentingan. Pembuat kebijakan, penyelenggara program, peneliti, cendekiawan, serta organisasi non-pemerintah dan organisasi beda belum bisa sepenuhnya memanfaatkan hasil riset dan upaya inovatif yang telah dilaksanakan untuk Indonesia.

 

Konferensi Internasional mengenai Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Indonesia (ICIFPRH 2019) ialah forum besar guna membahas sekian banyak  masalah keluarga berencana dan kesehatan reproduksi sebagai di antara pilar keibuan yang aman untuk meminimalisir angka kematian ibu dan menambah kesejahteraan keluarga di Indonesia. Di arena global, Indonesia dirasakan sebagai misal keberhasilan program keluarga berencana, namun tidak laksana bukti global, keberhasilan indikator Keluarga Berencana tidak memiliki akibat signifikan terhadap pengurangan angka kematian ibu. Di samping standar kualitas layanan yang belum diterapkan secara merata di semua Indonesia, program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi belum secara efektif menyentuh masalah remaja yang berkontribusi signifikan terhadap tingginya Angka Kematian Ibu.

 

Konsorsium “Juara Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Indonesia” yang terdiri dari sejumlah lembaga non-pemerintah paling prihatin dengan kondisi ini. Konsorsium ini memprakarsai konferensi internasional yang mengundang semua pakar internasional dan nasionalguna membahas situasi ini sampai-sampai program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Indonesia bisa berkontribusi pada pengurangan angka kematian ibu dan penambahan kesejahteraan keluarga. Dalam konferensi ini, konsep, kebijakan, program, dan sekian banyak  pelajaran yang telah dilaksanakan pada tingkat global, nasional dan sub-nasional oleh sekian banyak  pemangku kepentingan serta relevansinya dalammenambah program keluarga berencana bakal dibahas. Masalah kesehatan reproduksi remaja, khususnya perkawinan dan kelahiran salah satu remaja (ASFR 15-19) akan dibicarakan secara khusus sebab hubungannya yangpowerful dengan tingkat kematian ibu dan kesejahteraan keluarga di masa depan. Konferensi ini bakal menjadi konferensi kesatu yang berfokus pada masalah Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Indonesia. Konferensi ini diinginkan akan diselenggarakan setiap dua tahun, dengan tema yang berbeda. Hasil konferensi diinginkan dapat dipakai sebagai dasar guna penguatan / pembuatan kepandaian oleh pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Di samping itu, makalah-makalah yang dipresentasikan dalam konferensi itu juga diinginkan akan ditelusuri oleh komite ilmiahguna dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan pun dipresentasikan dalam Konferensi Internasional mengenai Keluarga.

 

Konferensi Internasional tentang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Indonesia 2019 di Yogyakarta Read More »

ToT Pre-Service Family Planning Training bagi Fakultas Kedokteran di Indonesia

 

Center of Excellence Pusat Kesehatan Reproduksi FKKMK UGM bekerjasama dengan BKKBN telah sukses melaksanakan TOT Pre-Service Family Planning Training. Pelatihan pertama dilaksanakan pada tanggal 21-24 November 2016 yang di ikuti oleh 10 Fakultas Kedokteran di 10 Provinsi yaitu: Sumatera Selatan (FK Unsri), Lampung (FK Univ. Lampung), Jawa Tengah (FK Undip), Jawa Timur (Unbraw), Bali (FK Unud), Sumatera Barat (FK Univ. Andalas), Sulawesi Selatan (FK Unhas), DKI Jakarta (FK UI), Jawa Barat (FK Unpad), dan DIY (FK UII).

Pelatihan kedua dilaksanakan pada tanggal 19-22 November 2017 yang diikuti oleh 13 Fakultas Kedokteran di 6 Provinsi terpilih yaitu: DKI Jakarta (FK UPN Veteran, FK UIN Syarif Hidayatulah, FK Katolik Indonesia Atmajaya, FK Yarsi, FK UKI, FK Tarumanegara), Jawa Barat (FK Kristen Maranatha, FK Univ Ahmad Yani), Jawa Tengah (FK Univ Negeri Sebelas Maret, FK Unisulla), Jawa Timur (FK Unair), Jambi (FK Univ Jambi) dan Kalimantan Selatan (FK Univ Lambung Mangkurat).

Pelatihan ini dapat terwujud dengan adanya komitmen yang sangat kuat dari BKKBN untuk meningkatkan kompetensi setiap lulusan dokter dalam memberikan pelayanan KB yang berkualitas sehingga lulusan dokter telah siap memberikan layanan KB yang paripurna mulai dari konseling sampai tindakan pemasangan IUD dan Implan. BKKBN juga memberikan komitmen pendanaan terkait pelaksanaan Pre-Service Training di masing-masing Fakultas Kedokteran melalui Perwakilan BKKBN di Provinsi.

Di tahun 2018 kembali Center of Excellence Pusat Kesehatan Reproduksi FKKMK UGM bekerja sama dengan BKKBN mengadakan TOT Pre-Service Family Planning Training yang dilaksanakan pada tanggal 10-13 April 2018 yang dihadiri 9 Fakultas Kedokteran di lingkungan Muhammadiyah.

Acara yang diadakan di Hotel Grand Aston Yogyakarta ini dibuka oleh Ketua Pusat Kesehatan Reproduksi Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU, MSc, Sc.D dan Perwakilan BKKBN Pusat yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Swasta. Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU, MSc, Sc.D menjelaskan sejarah layanan KB di Indonesi dan pentingnya pelayanan KB bagi mahasiswa kedokteran, mengingat di lapangan banyak mahasiswa kedokteran yang tidak percaya diri apabila menemui ibu yang ingin memasang implan atau IUD. Perwakilan BKKBN menekankan pentingnya pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas dokter dan kualitas pelayanan keluarga berencana di Indonesia. BKKBN sendiri berkontribusi besar dalam program Keluarga Berencana di Indonesia, sehingga masalah pelatihan KB bagi mahasiswa kedokteran ini mendapat perhatian yang besar dari semua pihak.

Materi pelatihan ini mengacu kepada materi internasional mulai dari konseling, KB hormonal, implant, IUD, dengan berbagai penjelasan lengkap mengenai kegunaan, efek samping, tantangannya dan sebagainya.

Narasumber yang mengisi kegiatan ini antara lain: Dekan FKKMK UGM Prof Ova Emilia, M.Med. Ed, PhD., SpOG(K), Ketua Pusat Kesehatan Reproduksi FKKMK UGM Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU, MSc, Sc. D, dr. Muhammad Nurhadi Rahman, SpOG,  dr. Ilyas Angsar, SpOG (K), dr. Yudianto B, SpOG (K) ,dr. Julianto W, SpOG (K) ,dr. Muhammad Dwi Priangga, SpOG ,dr. Shinta P, SpOG (K), dr. Diannisa Ikarumi, SpOG, dr. Rathi M Fauziah, SpOG dan Rini, Amd. Sedangkan dari BKKBN Pusat diwakili oleh: drg. Widwiono, M.Kes dan dr. Nia Reviani, MAPS.

TOT ini diharapkan bisa bergabung dengan kurikulum dari Fakultas Kedokteran masing-masing. Berdasarkan pengalaman dari FKKMK UGM bahwa TOT ini dimasukkan dalam kegiatan modul mahasiswa saat sebelum lulus sebagai Sarjana Kedokteran, sebagai sebuah modul pilihan. Sayangnya dengan metode ini, tidak semua mahasiswa dapat mengikuti. Kemudian untuk acara prakteknya melebur bersama dengan kegiatan Bakti Sosial ke wilayah tertentu. Para mahasiswa mendapat supervisi langsung dari Dokter Spesialis Obgin sebagai pengarah dan pembimbing serta untuk mencegah adanya komplikasi lanjutan dari pemasangan IUD atau implan tersebut. Untuk memastikan apakah IUD telah terpasang dengan baik maka dilakukan pula pemeriksaan ultrasonografi pasca pemasangan. Testimoni nyata disampaikan oleh mahasiswa kedokteran FKKMK UGM yang saat itu telah lulus menjadi dokter. Bahwa pelatihan tersebut melatih para mahasiswa untuk percaya diri menghadapi klien pemasangan KB, terutama bagi dokter-dokter umum yang bertugas di Puskesmas.

Sementara pengalaman dari FK UII, TOT ini dilaksanakan pada saat mahasiswa mendekati mau kelulusan sebagai dokter. Seluruh materi diberikan selama beberapa hari dan prakteknya juga disupervisi oleh Dokter Spesialis Obgin dari UII maupun dari RS afiliasi. Dari FK Unsri saat itu mereka masih belum ada materi mengenai layanan KB ini sehingga perlu menyusun modulnya dari awal.

Salah satu tantangan pelatihan ini adalah rekrutmen klien yang bersedia untuk dipasang IUD dan Implan dikarenakan adanya syarat kompeten bagi mahasiwa untuk dapat memasang IUD atau Implan sebanyak 2-3 orang klien.

Masih banyak bahan diskusi yang telah dibicarakan selama pelatihan tersebut dan peserta nampak aktif memberikan pertanyaan maupun merespon suatu topik. Namun, pada intinya pelatihan TOT ini akan memberikan manfaat besar bagi pelayanan KB di Indonesia dimana saat ini jumlah penduduk Indonesia merupakan yang terbesar nomor 4 di dunia. Dengan meningkatnya ketrampilan para dokter umum di bidang KB, akan meningkat pula kesejahteraan ibu dan keluarga di suatu bangsa.

 

ToT Pre-Service Family Planning Training bagi Fakultas Kedokteran di Indonesia Read More »